Halaman 173
Tarjuman
Bahasa Melayu
171. Dan (ingatlah wahai Muhammad) ketika Kami mengangkat gunung (Tursina) ke atas mereka (Bani Israel) seolah-olah gunung itu naungan awan dan mereka yakin bahawa gunung itu akan jatuh menimpa mereka, (lalu Kami berfirman kepada mereka), “Berpeganglah dengan teguh (Kitab Taurat) yang telah Kami berikan kepada kamu dan ingatlah selalu (amalkanlah) apa yang terkandung dalamnya supaya kamu menjadi orang yang bertakwa.”
172. Dan (ingatlah wahai Muhammad) ketika Tuhanmu mengeluarkan zuriat anak-anak Adam daripada belakang (tulang sulbi) mereka dan Dia jadikan mereka saksi terhadap diri mereka sendiri, (sambil bertanya dengan firman-Nya), “Bukankah Aku Tuhan kamu?” Mereka semua menjawab, “Benar (Engkaulah Tuhan kami), kami menjadi saksi.” Yang demikian agar kamu tidak berkata pada hari kiamat kelak, “Sesungguhnya kami adalah orang yang lalai (tidak diberi peringatan) tentang (hakikat tauhid) ini.”
173. Atau agar kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya nenek moyang kamilah yang mempersekutukan Allah sejak dahulu, sedangkan kami adalah keturunan (mereka) yang datang sesudah mereka. Maka apakah Engkau (wahai Tuhan kami) hendak membinasakan kami disebabkan perbuatan orang yang sesat itu?”
174. Dan demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat keterangan itu satu persatu dan supaya mereka kembali (kepada kebenaran).
175. Dan bacakanlah kepada mereka (wahai Muhammad) berita seorang yang Kami telah berikan kepadanya (pengetahuan mengenai) ayat-ayat (kitab) Kami. Kemudian dia melepaskan dirinya daripada (mematuhi) ayat-ayat itu, lalu syaitan menjadikan dia sebagai pengikut, maka jadilah dia dalam kalangan orang yang sesat.
176. Dan kalau Kami kehendaki, nescaya Kami tinggikan darjatnya dengan (sebab mengamalkan) ayat-ayat itu. Tetapi dia bermati-matian cenderung kepada dunia dan menurut hawa nafsunya, maka bandingannya adalah seperti anjing, jika engkau menghalaunya, dia menjulur lidahnya termengah-mengah, dan jika engkau membiarkannya, dia juga menjulur lidahnya termengah-mengah. Demikianlah bandingan orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah kisah-kisah itu agar mereka berfikir.
177. Amatlah buruk bandingan orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka pula melakukan kezaliman kepada diri mereka sendiri.
178. Sesiapa yang diberi petunjuk oleh Allah (dengan sebab persediaannya) maka dialah yang beroleh petunjuk, dan sesiapa yang disesatkan oleh Allah (dengan sebab keingkarannya) maka merekalah orang yang rugi.
English
171. And remember when We shook up the mountain above their heads as if it was a cloud, and they thought it was surely going to fall upon them, (and We said): “Hold what We have given you with strength, and remember what is in it, so that you may fear Allah.”
172. And remember when your Lord brought forth from the Children of Adam, from their reins, their seed, and made them bear witness against themselves, (saying): “Am I not your Lord?” They said: “Yes, we bear witness.” Lest you should say on the Day of Resurrection: “Surely, we were uninformed of this.”
173. Or lest you should say: “The fact is our fathers were pagans before us, and we were their offspring after them, will you then destroy us for what the wrongdoers did?”
174. And thus do We make plain Our Signs, and in order that they may return.
175. And recite to them the story of him whom We gave Our signs but he threw them away, so Satan followed him, and he became of those who went astray.
176. And had We wished, we would surely have exalted him with them (Our signs) but he inclined to low desires, and he followed his desires. So his case is like the case of a dog, if you attack him, he lolls out his tongue, or if you leave him alone, he (still) lolls out his tongue. Such is the case of the people who reject Our signs, so relate to them this story, in order that they may reflect.
177. Evil is the example of the people who reject Our Signs, and thereby wrong themselves.
178. He whom Allah guides, he is then the one who is guided, but whom He leaves to go astray, then these are the losers.
Tamil


Tilawah
Riwayat Hafs daripada ‘Asim
Sheikh Dr. Ahmad ‘Isa Alma’sarawi

